Selamat datang, Ramadhan.

Posted by
wah, cukup lama juga nggak mampir ke sini ya hehe. 
Selamat Malam dari Gg Pejambon III, namanya kaya masih di daerah Surabaya saja ya, padahal sudah sampai ke pusat Ibu kota, ring pertama pemerintahan negara Indonesia. :))
Well, selalu ada cerita yang ingin diungkapkan ketika menuliskan, salah satu cerita yang cukup membuat hari ini (Sabtu, 28 Juni 2014) menjadi “berkesan” menggerakkan tanganku untuk mengetik walaupun dalam keadaan ngantuk dan tethering yang nggak begitu lancar #nasibanakkos.
Bagiku, hari ini merupakan hari yang menyenangkan, berjalan-jalan bersama teman-teman Basilisk yang menjalani ibadah KP di region Jakarta dan sekitarnya ke Kota Tua sampai ke Kemang Village, itu jalur busway koridor 1 udah dari ujung ke ujung, tapi mau kemanapun kalo sama kalian sih aku seneng-seneng aja, makasih yaa, Basilisk for the good times :’)
Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan di sini hehe.
Semuanya terasa menyenangkan kalau bareng temen-temen Basilisk, sampai tiba saatnya pulang…….
walaupun harus berdesak-desakan dan berdiri di busway pas pulang tadi, aku yakin ini gak separah temen-temen lain yang harus setiap pagi dan sore naik kendaraan umum dari rumah atau kosanya ke tempat magang, memang benar, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? mengingat aku cuma perlu jalan kaki 10-15 menit untuk sampai ke kantor Pertamina Pusat, Alhamdulillah. 
Jam sudah menunjukkan pukul 19.30 ketika kami para Pejamboners sampai di Istiqlal, masjid terbesar di Indonesia dan ketiga terbesar di dunia (menurut ketua Panitia kegiatan Ramadhan Istiqlal saat memberikan sambutan tadi, Imam sudah memimpin solat isya di rakaat pertama. Langkah kaki pun dipercepat nyaris berlarian agar sempat menyusul. Namun ternyata baru pertama kali aku menginjakkan kaki di Masjid ini, dan alhamdulillah sudah mendapatkan banyak “kesan”. hahaha
Saya menulis ini, bukan untuk sok suci atau sok tau mengenai agama, saya pun masih banyak memiliki cela, tentunya, hanya saja ada hal-hal yang pasti tiap orang merasa ada yang salah, dan itu yang saya rasakan hari ini, bukan untuk menyatakan diri sebagai orang yang baik atau apalah kesannya, hanya ingin berbagi cerita saja.
Here we are….
Saking besar masjidnya dan banyaknya jamaah, tentu perlu adanya penitipan alas kaki bagi para jamaah, banyak dari jamaah yang hanya memasukkan alas kakinya ke dalam kantong plastik  lalu menaruhnya di sembarang tempat, okelah itu pilihan untuk percaya diri bahwa tidak akan hilang atau menggunakan fasilitas penitipan yang sudah tersedia. Namun ternyata, 2 dari 3 (atau 4 ya) tempat penitipan alas kaki tadi sudah penuh, astaga sudah lari-lari kaya apa tadi sampai akhirnya dapet kartu penitipan alas kaki.
Selanjutnya ini mungkin klimaks, inti cerita dan yang bikin hati ini paling nyut-nyutan hari ini. Yak, ketika mengambil air wudhu. Jadi, tadi aku berwudhu di salah satu tempat wudhu yang disediakan, tempat masuk wudhu perempuan dan laki-laki memang berdampingan namun tempat wudhu laki-laki agak lebih jauh masuk ke dalam dibandingkan tempat wudhu wanita. Tapi apa yang saya temui tadi benar-benar bikin saya tercengang dan bingung sendiri. Harus saya akui kalau saya memiliki kemampuan navigasi yang buruk, tapi jelas saya bisa membaca bahwa tempat yang saya masuki adalah tempat wudhu wanita.
Tempat wudhu ini terdiri dari 4 atau 5 spot lingkaran yang dikelilingi oleh kalau tidak salah 5 keran di masing-masingnya, namun sangat menyedihkan dan membingungkannya, 3 dari 4 spot itu terisi oleh jamaah LAKI-LAKI. Entah mungkin saya yang terlalu lelah atau sensitif tapi hal tadi benar-benar membuat saya bingung, ini saya yang salah masuk atau bagaimana? bagaimana bisa masjid sebesar ini tempat wudhu perempuan dan laki-laki bercampur, saya sampai sempat termenung beberapa saat melihat keadaan sekitar dan kembali membaca tulisan tempat wudhu wanita….. sampai akhirnya saya terdengar suara imam yang sudah memasuki rakaat ke empat 😦 akhirnya saya putuskan menggulung lengan baju saja, sampai akhirnya ada seseorang yang berteriak setengah membentak dari luar tempat wudhu wanita mengingatkan mereka yang entah itu laki-laki atau bukan kok bisa-bisanya masuk tempat wudhu wanita, untuk segera pindah tempat, tapi mereka tidak bergeming dan melanjutkan wudhu…. laki-laki macem apa itu, nggak menghargai perempuan sama sekali 😦 mungkin bagi beberapa orang itu bukan menjadi masalah yang besar, tapi bagi saya ini menandakan ada yang salah dengan orang-orang di sekitar kita, kenapa hal ini bisa terjadi? siapa yang memulai? siapa yang mereka contoh? Sama seperti kejadian kantong plastik yang bergelempangan di bawah tangga masjid, seperti yang saya katakan di awal memang pilihan untuk percaya diri dan yakin barang kita tidak akan hilang atau memanfaatkan fasilitas yang ada, tapi ketidakrapihan tadi benar-benar menggambarkan ketidakteraturan. Sangat disayangkan kejadian yang kurang menyenangkan di tempat wudhu tersebut.
Selanjutnya, ketika menuju ke tempat sholat satu lantai di atas tempat wudhu, terdapat tangga untuk menuju ke sana, namun lagi-lagi sayangnya tidak ada pembeda bagi jamaah laki-laki atau perempuan untuk menuju ke tempat sholat, apalagi di taraweh pertama dan di masjid utama seperti istiqlal banyak sekali jamaah yang berbondong-bondong ke sana, entahlah saya yang salah masuk pintu, atau sebenarnya ada pembeda tapi lagi-lagi tidak dituruti oleh orang-orangnya.
Yah bagaimanapun saya harus merelakan kehilangan jamaah sholat Isya di Istiqlal karena serangkaian kejadian di awal tadi, akhirnya saya munfarid sholat Isya di shof belakang, setelah selesai saya segera mencari shof yang seperti biasa sayangnya banyak yang bolong-bolong di shof depan 😦 Padahal lurus dan rapatnya shof adalah salah satu keabsahan sholat berjamaah 😦 bahkan ketika mulai taraweh tadi shof di depan saya ada anak kecil yang tertidur melintang, membuat shof menjadi terpisah sedih sekali, di shof saya pun juga longgar, tidak mengenai kelingking kaki satu sama lain, walaupun sudah merapatkan ke jamaah sebelah kiri saya, tapi terdapat jarak yang cukup longgar di antara dia dan jamaah di sebelahnya dan saya ke jamaah di kanan saya :’
Namun, segala hal yang membuat saya cukup badmood di awal tadi hilang seketika saat mendengan ketua Panitia serangkaian kegiatan Ramadhan di Istiqlal menyampaikan sambutannya, subhanallah, setiap harinya di bulan Ramadhan, masjid Istiqlal menyediakan 3000 makanan dan takjil serta mencari katering yang tidak mencari untung (mungkin maksudnya tidak terlalu banyak untung ya), bahkan di sepuluh hari terakhir pun panitia menyediakan 1000 kardus makanan untuk sahur, tidak hanya itu, serangkaian kegiatan lain seperti santunan anak yatim dan sunatan massal pun dilaksanakan, serangkaian kegiatan tersebut tahun lalu menghabiskan dana sebesar 2,5 milyar rupiah. jleb, saya langsung malu mendengar angka yang begitu besar disebutkan karena sebelumnya ketika ada kotak sumbangan lewat saya baru sadar kalau baru saja mengambil uang di atm dan tidak ada uang pecahan lain sepeser pun yang saya bawa, saya malu sekali, untuk mengeluarkan uang yang bahkan tidak sampai 0.000 sekian persennya uang yang Istiqlal butuhkan untuk menjalankan serangkaian kegiatan tersebut pun aku harus begitu lama berpikir…  Astaghfirullah. Padahal sungguh Allah akan membalas berkali-kali lipat niat baik dan sedekah kita.
Selain itu, imam yang memimpin sholat tarawih dan witir 11 rakaat tadi benar-benar memiliki bacaan yang fasih dan indah, rasanya kemarahan yang tadi sempat muncul benar-benar sirna dan serta merta haru yang masuk ke dalam diriku. Teringat mama yang biasanya kami bersama-sama mencari shaf yang rapat :’) dan saat-saat berpuasa bersama keluarga, walaupun tidak ada hal yang luar biasa, namun bersama mereka tetap menjadi hal yang utama bagiku.
Yah, begitulah cerita mengenai Istiqlal dan kesan kesan yang harus dirasakan pertama kalinya hahaha. Semoga lain waktu tidak mengalami kesan buruk lagi. aamiin.
Well then, terakhir, sedih juga ya ternyata puasa hampir pasti sebulan nggak sama orang tua, tapi gapapa, ini ibadah dan niatnya juga untuk mama dan papa kok, bismillah. Tetap semangat beribadah yaa teman-teman 🙂 yaah walaupun di kosanku yang puasa cuma aku dan satu orang lagi yang sedang pulang kampung sepertinya, nasib deh. haha. #curhatdikit
Makasih sudah bacaa, maaf kalau absurd, maklum ditulis dengan keadaan capek :)) semoga bermanfaat deg sedikit banyak 🙂
Selamat beribadah di bulan Ramadhan bagi yang menjalankan, dan tentu selamat liburan juga yaa 😉
Mohon maaf lahir batin sekalian yaaa 🙂

One comment

Leave a Reply to Ryan Arnoldi N R Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s