P.K : Pencarian dan Harapan

Posted by
Sutradara : Rajkumar Hirani
Penulis   : Rajkumar Hirani, Abhijit Joshi
Aktor     :  Aamir Khan, Anushka Sharma, Sanjay Dutt
Disutradarai oleh Rajkumar Hirani, sutradara dari film kondang “3 Idiots”, Pikeey (P.K, ini bukan singkatan dari hal-hal buruk kok, trust me), atau “Si Mabuk” dalam bahasa India memberikan pesan dan kesan yang mendalam bagi penontonnya.
Dimulai dengan kisah seorang alien dari galaksi lain, berbentuk persis seperti manusia Bumi yang berprofesi sebagai astronot di dunianya, Pikeey (Aamir Khan) mendarat di daratan India, ingin melakukan penelitian mengenai kehidupan di Bumi. Hanya membawa sebuah gadget berbentuk remote yang dikalungkan untuk memanggil kembali pesawatnya ketika tugasnya terselesaikan, PK mengalami banyak kesulitan dalam menghadapi kehidupan di bumi. Remote yang sedari awal kedatangannya telah dicuri oleh seorang penduduk lokal membuatnya tidak bisa menghubungi pesawat luar angkasa yang mengantarnya ke bumi. Bukannya menjalankan penelitiannya PK malah disibukkan dengan mencari remotenya yang hilang. Mengalami kesulitan berupa keuangan untuk bertahan hidup serta kesulitan dalam memahami bahasa Hindi membuat PK sering menjadi korban amukan masa karena kepolosan dan ketidaktahuannya tentang kehidupan di Bumi. Hingga suatu hari secara tidak sengaja ia tertabrak mobil, karena iba sang penabrak pun merawatnya. PK akhirnya bisa berbahasa Hindi setelah mentransfer bahasa melalui pegangan tangan dengan seorang wanita. Ia pun bertanya pada penabraknya yang lalu menjadi sahabatnya dimanakah kira-kira ia dapat menemukan kembali kalung remotenya yang hilang. Delhi, begitulah jawabnya.
Dengan tekad bulat PK berangkat ke Delhi demi mencari kalung yang dapat mengantarnya pulang ke planetnya tersebut. Hampir semua orang yang ditanyainya mengenai keberadaan kalung tersebut menjawab “Hanya Tuhan yang bisa membantumu”, atau “Hanya Tuhan yang tahu dimana letak kalungmu itu” karena begitu lama rentang kehilangan dan kurangnya informasi mengenai kalung tersebut. PK sebagai pendatang baru di planet bumi merasa asing dengan keberadaan Tuhan, dengan semangat dia mencari apa yang manusia-manusia maksud dengan Tuhan. Dalam pencariannya ia memahami bahwa Tuhan yang diimani bagi tiap manusia tidak semua sama. Terdapat berbagai kepercayaan di masing-masing agama, yang tentu tidak sama pula. Merasa bingung Tuhan mana yang harus dia cari, dia pun mengikuti seluruh ritual keagamaan yang berlaku di India. Namun tak jua ia bertemu dengan Tuhan yang manusia-manusia tersebut maksud terlebih kalung yang dapat membawanya kembali pulang.
Dalam pencariannya PK menyebarkan Pamflet berisikan tulisan “DICARI telah hilang : Tuhan.”, orang-orang yang menerima pamflet ini tentu berpikir bahwa PK hanyalah orang gila atau orang yang terlalu banyak mengkonsumsi alkohol sehingga membuatnya tak karuan. Namun hal ini malah membuat Jaggu, seorang reporter televisi tertarik untuk meliput kehidupannya dan mengangkat cerita kehidupan PK. Tentu sebagai manusia yang berpikir logis Jaggu pun awalnya berpikir bahwa PK hanyalah orang yang sedang mabuk. Hingga akhirnya PK membuktikan bahwa ia bukan manusia dari planet bumi. 
Suatu hari dalam usahanya membantu PK menemukan kembali kalungnya, Jaggu berulang kali mendapatkan telepon salah sambung hingga akhirnya dia mengelabui penelepon dengan mengatakan orang yang dicarinya sudah meninggal. PK mengamati hal tersebut dan bertanya bak anak kecil dengan penuh keingintahuan mengapa Jaggu melakukan hal tersebut. Jaggu berdalih karena si penelepon tersebut tidak percaya dan tetap berkali-kali menelepon walau Jaggu telah mengatakan ia menghubungi nomor yang salah, sehingga Jaggu memilih untuk mengelabuinya. Dengan polosnya PK merasa bahwa mungkin ia menghubungi nomor yang salah saat berusaha menemui Tuhan sehingga Tuhan tidak segera menjawab permintaannya. Jaggu melihatnya dan membiarkan pikiran tersebut memenuhi PK demi membantunya menemukan kalung tersebut. 
Hingga suatu hari PK menemukan kalung tersebut di sebuah kuil dengan pemuka agamanya menunjukkan kalung remotenya yang memancarkan warna biru sebagai batu dari dewa Siwa. Melihat kebohongan yang dilakukannya, PK dan Jaggu tidak tinggal diam dan berusaha membongkar kebohongannya. Waktu demi waktu PK dan Jaggu jalani bersama walau Jaggu harus menghadapi amarah ayahnya karena  mempermalukan pemuka agama tersebut. Tak sadar PK pun jatuh cinta dengan Jaggu, tak sempat mengutarakan perasaannya PK pun mengetahui kisah cinta pahit yang sebelumnya dialami oleh Jaggu.
Tak melulu soal cinta, film India ini menjadi layak ditonton karena cukup berani mengangkat isu ketuhanan serta agama. Bukan, bukan untuk membuat kita menjadi meragukan keberadaan Tuhan, namun justru membuat saya secara pribadi merasa tersindir akan kegigihan PK dalam mencari Tuhan. Have I done my best to be close to my creator? or could I answer that kind of question that PK asks about God? Justru dengan menonton film ini saya mengangguk paham bahwa belajar bukan hanya bagi orang yang belum mengetahui apa-apa, belajar adalah proses sepanjang masa. Termasuk belajar dalam mengenali apa yang kamu imani.
Mendapatkan rating 8.8 di IMDB merupakan hal yang sangat pantas bagi film ini mengingat isu yang diangkat bukanlah hal yang biasa dan tentu pastinya terdapat unsur cinta, this one is a sincere one. Salah satu quote yang bisa disadur dari dialog dalam film ini adalah ketika Jaggu membacakan sebuah baris dalam buku yang ditulisnya.

“Dari kita (manusia bumi) dia belajar berbohong, darinya kita belajar mencintai. Dia begitu mencintaiku hingga rela melepaskanku”. 

Tapi jelas masih lebih menyentuh ketika P.K mengatakan

“Mungkin selama ini aku salah nomor dalam menghubungi Tuhan, sehingga ia tidak mendengar suaraku”. 

Kesuksesan film ini tidak lepas dari begitu hebatnya Aamir Khan dalam mendalami peran P.K seorang alien yang awalnya seperti gelas yang kosong memiliki keingintahuan yang sangat banyak layaknya anak kecil. He deserve to get award for his performance.

nb: Thanks to bu Vivin yang menugaskan saya survey ke klinik kecantikan, jadilah saya ke salah satu klinik di H.R. Muhammad dan kebetulan sangat dekat dengan CiWorld, ini pertama kalinya saya ke Ciworld. Bagus ya mallnya. Haha #kampung. Btw baru tau dari Nisa kalau filmnya udah ada di Torrent, yaudah gitu huft.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s