Menangis

Posted by

Harus diakui, saya adalah orang yang sangat mudah menangis. Bahkan pada film yang endingnya bahagia pun, saya akan menangis seakan merasakan kebahagiaan dari sang aktor yang akhirnya bahagia setelah sekian lama mengalami penderitaan ataupun sukses setelah berjuang begitu keras.

Melanjutkan pendidikan ke UK, bukan merupakan suatu rencana mendadak, hal ini sudah saya persiapkan bahkan setahun sebelum saya lulus S1. Namun, tetap saja, hingga saat saya masuk ke pesawat dari Surabaya menuju Jakarta saya masih takjub dengan fakta bahwa saya benar-benar memiliki kesempatan ini.

“Oh, Mbak mau lanjut S2? di mana mbak?”

“Di Inggris, Pak”

“Inggris, negara Inggris maksudnya Mbak?”

“Iya, Pak”

“Ya Allah mbak, merinding saya dengernya, semoga sukses ya Mbak (dan dilanjutkan dengan banyak doa serta harapan untuk saya”

Dialog di atas adalah percakapan saya dengan seorang supir Uber saat Minggu terakhir saya di Surabaya. Seseorang yang bahkan baru saya kenal, sudah menitipkan banyak harapan bagi saya, seseorang yang mungkin ketika nanti saya benar-benar sukses pun, tidak akan merasakan langsung dampaknya, pun ikut bahagia dan mendoakan. Saya sangat mafhum bahwa kesempatan ini bukanlah kesempatan biasa, bahwa banyak sekali harapan yang dititipkan ke saya. Belum lagi kedua orang tua serta keluarga, serta teman-teman yang selalu penuh dukungan serta doa, saya bisa meneteskan air mata hanya dengan mendengar doa tulus dari orang-orang di sekitar.

Saya menangis, ketika hari pertama saya menginjakkan kaki di kamar di negara antah berantah yang dulunya, sebelum saya mendengar beasiswa LPDP pun tidak berani saya idamkan. Saya menangis karena saya merasa kesulitan memahami aksen, kurang percaya diri, kelelahan setelah per(nerbangan)jalanan super panjang, kecemasan, ketakutan, dan rindu.

Saya menangis (lagi), ketika saya buka satu-persatu kado dari teman-teman untuk keberangkatan saya, terselip ucapan doa dan harapan dari mereka. Saya memutuskan untuk tidak akan ada tangis lagi, terlalu malu dengan doa dan dukungan yang sudah diberikan.

Keesokan harinya, salah satu ibu teman saya menelpon via Line, terakhir kami bertemu mungkin sudah dua tahun yang lalu? begitu lama, namun ketika ibu ini mendengar kabar bahwa saya sudah sampai di Edinburgh, beliau meminta anaknya menelpon untuk menyampaikan doa dan dukungan. Lantas, tidak tertahankan, lagi-lagi air mata saya menetes.

Saya berpikir, hal baik apa yang sudah saya lakukan hingga pantas mendapatkan doa dan dukungan sebanyak ini? bahkan dari orang yang sudah lama tidak jumpa, bahkan dari orang asing yang kebetulan bertanya.

Saat hari pertama sesampai kamar saya menangis karena saya kaget dengan aksen Scottish yang masih sangat asing saat itu, saya lelah karena harus menggotong koper 30kg naik tangga setelah penerbangan sekitar 15 jam, saya gelisah karena saya tidak punya akses internet di luar kamar dan belum tau arah, saya gelisah karena teman saya yang sudah terlebih dahulu sampai tidak kunjung membalas pesan saya.

Namun setelah itu saya sadar, bahwa ini semua adalah pilihan saya, tidak ada satu orang pun yang mengatakan bahwa pilihan kuliah di luar negeri merupakan hal yang mudah. Saya tidak boleh dan tidak bisa selalu berharap pada bantuan orang lain, dan untuk semua doa dan dukungan yang sudah diberikan pada saya, tidak pantas rasanya jika saya terus-terusan menangis.

Terima kasih, kepada banyak orang, yang sudah membantu, mendukung, dan mendoakan saya, hingga saya bisa akhirnya, memulai studi lanjutan di University of Edinburgh, UK. Sungguh, perjalanan ini, bagi saya bukan hal yang mudah, saya sudah mulai minder dengan orang-orang di sekitar yang nampak sudah begitu berpengalaman dan siap menghadapi perkuliahan lagi. Namun, saya juga akan berusaha untuk tetap bekerja keras, seperti kata salah satu dosen saya, saya punya semangat yang keras, itu hal paling minim yang bisa saya lakukan. Tidak akan saya biarkan segala bantuan, dukungan, dan doa kalian sia-sia.

Saya pun sadar bahwa semua orang yang sudah atau sedang melalui perjuangan ini pasti pernah merasakan hal yang sama, mereka yang sudah melalui berhasil menginspirasi saya, dan mereka yang sedang melalui pun berjuang bersama saya.

بسم الله توكلت علي الله ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم

(Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya).

4 comments

  1. Asty, gue sekeluarga saat ini juga merasakan hal yang sama kaya lo. Kadang klo anak gue rewel kecapekan, gue suka berpikir apakah keputusan sekolah di Manchester sambil bawa anak istri ini cuman ego gue doang dan apakah anak gue akan better off klo gue stay kerja kantor aja di Jakarta dengan segala kenyamanannya.

    Tapi ty, gue percaya klo if youre scared to death youre probably going in the right direction. Growth and learnings will happened in the condition youre most uncomfortable with. Lagipula ada berapa juta orang yang ingin sekolah diluar negeri tapi gak pernah kesampaian jadi ditengah semua ketidaknyamanan ini sepertinya gak patut klo gue gak bersykur dikasih kesempatan ini.

    Jadi lets push through this Ty! Klo main main ke Edin, ketemuan lah kita! 🙂

    Like

    1. halo mas Kiki, iya nih, aku sadar banget kalo tiap orang pasti merasakan ketidaknyamanan dan kelelahan yg sama terlebih lagi kalo bawa keluarga kaya mas, pasti ada rasa bersalah jg harus membagi ketidaknyamanan ini sama keluarga. Lagi-lagi sama seperti mas bilang juga, di tengah ketidaknyamanan ini emg ga patut bgt kalo aku terus2an nangis dan seakan tidak bersyukur dengan kesempatan yg orang banyak inginkan. Good luck and have fun buat kita ya mas, semoga mas sekeluarga selalu dikasih kesehatan dan diliputi kebahagiaan. Boleh banget, kabar-kabar aja mas kalo ke Edin, pengen ketemu Gazi sama mba Sari juga, salam ya mas! 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s