Selamat Ulang Tahun, Suamiku.

Posted by

Hai sayang, Selamat ulang tahun ya. Selamat sudah bertahan hidup selama ini dan insyaAllah selalu sehat dan bahagia sama aku (dan anak(-anak) kita) di tahun-tahun selanjutnya.

Meski sudah kukatakan berulang-ulang, rasanya ga cukup buat aku bilang makasih karena sudah memaklumi segala kekuranganku dan mengapresiasi kebaikan yang aku punya (walau lebih banyak kurangnya sih hehe).

Terima kasih, sudah mau mengompensasikan jarak tempuh ke kantormu lebih jauh supaya aku bisa jalan kaki aja ke kantorku. Terima kasih walau di awal nikah sempet kepikir alternatif selain ngekos, tapi kamu tetap mendahulukan dan menerima opiniku. Terima kasih untuk mengalahkan opinimu demi (mostly) kenyamananku. Orang-orang mungkin punya opini yang berbeda dari pilihan kita, tapi selama kita tidak ada yang merasa keberatan, itu cukup buat aku. Terima kasih banyak ya sayang.

Tahun-tahun ke depan pasti akan ada tantangan-tantangan dan pilihan-pilihan baru untuk kita, aku pun pasti tidak bisa terus-terusan mengutamakan kenyamananku. Tidak apa-apa, pelan-pelan berprogres saja, jangan berhenti minta tolong sama Allah, karena kalau bagi kita terlihat sulit, inget Yang Selalu Membuat Tidak Mungkin Menjadi Mungkin itu juga Allah.

Aku mungkin bisa bilang gini sekarang, tapi pasti ada saatnya, aku pun yang resah dan takut, di situlah peran kita untuk saling mengingatkan, saling menguatkan. Tentu, aku berusaha sebaik mungkin untuk tidak memberatkanmu dengan kegelisahan dan ketakutanku yang kadang tidak beralasan, tapi aku berharap ketika saat-saat itu datang, kamu jangan ikut resah dan takut ya. 🙂

Terima kasih untuk bisa jadi teman ngobrol hampir semua hal. Dari yang receh yang kalau orang dengerin mungkin jadi emosi, sampai bahkan soal kematian. Walau udah pernah diomongin, aku pengen kita sama-sama sehat dan saling nemenin sampai tua dan ngobrolin dunia yang udah kita kuasai. Jadi, yuk olahraga dan makan sesehat yang kita bisa, walau ini sebenernya PR-ku sih, harusnya lebih sering masak supaya lebih terjamin makanannya hehe.

Abang punya banyak banget ide dan ambisi yang aku selalu doa dan dukung supaya bisa tercapai. Aku kira dulu aku juga seambisius itu, ternyata belakangan ini rasanya semangat dan percaya diri udah mulai meredup, tapi liat Abang, rasanya aku juga ingin percaya lagi sama mimpi-mimpiku. Ayo kita bareng-bareng coba gapai tujuan kita ya, yang.

Sayang, selamat ulang tahun ya, semoga tetap (dan makin) sayang, sabar, pengertian sama aku. Jadi suami (dan Papa) yang baik, soleh, dan bisa jadi teladan.

I love you, Abang. I have my utmost respect upon you. I am sorry for most of thing I couldn’t be for you but more than that, I am thankful to have you around. I am happy and

ps: mari kita tidak mudah emosi akan kecerobohan satu sama lain ya :p

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s