Hari Ibu Pertama sebagai Ibu

Posted by

Sebetulnya tidak perlu momentum Hari Ibu sih untuk menulis ini, karena ini memang hal yang kurasakan sejak melahirkan. Menjadi ibu adalah perubahan paling drastis dalam hidupku. Menjadi istri ada proses mengenal calonnya, ada proses dialog dan ujian bersamanya sebelum menikah. Pun yang dihadapi adalah sesama orang dewasa yang bisa diajak berdiskusi dan saling memahami. Tapi jadi Ibu? Wow luar biasa sekali bagiku pribadi. Mungkin ada ibu yang langsung lihai urus ini itu, lebih stabil mentalnya dan persiapannya. Kami (saya dan suami) ikut kelas persiapan merawat bayi, tetap saja rasanya kelimpungan, utamanya di bulan-bulan pertama. Sebagai anak tunggal tentu saja saya tidak punya pengalaman atau pun bayangan bagaimana rasanya mengurus bayi baru lahir (24/7 bersama). Ada masa dimana saya kesal tiap bayi menangis, bahkan sampai marah ke diri sendiri karena tidak mengerti apa yang diinginkan anak sendiri. Sekarang? Ya masih belum paham betul juga sih HAHA, bahkan beberapa kali kesal hanya sesederhana karena anak menolak pakai baju setelah mandi. Terdengar konyol bukan? Anak kecil tidak tahu apa-apa harus kena sewot ibunya sendiri. Setelah itu saya selalu minta maaf dan hampir tiap saat bilang saya sayang banget sama anak saya.

Sungguh setelah punya suami, saya takjub bisa menyayangi orang lebih besar dari saya menyayangi Mama saya (dan diri saya sendiri), tapi setelah punya anak, saya belajar kalau hati saya ini jauh lebih besar karena saya bisa menampung perasaan sayang yang luar biasa ini.

Menjadi ibu bikin saya memahami segala perasaan orang tua saya, segala sayang, marah dan sedihnya. Menjadikan saya maklum atas perasaannya walau tidak selalu saya setujui semua caranya. Menjadikan saya jauh lebih berterima kasih serta menyesal akan kesalahan yang pernah saya lakukan sebagai anak ketika saya belum memahami perasaan menjadi orang tua. Menjadikan saya semakin ingin membahagiakan orang tua, dunia dan akhirat.

Nak, tolong maklumi Mama dan Papa ya, karena ini semua adalah pengalaman pertama buat kita semua. Maafin kekurangan kami, ambil baiknya aja. Karena Revan, Mama selalu pengen jadi orang yang lebih baik. Terima kasih, Nak.

Untuk semua ibu dan calon ibu yang baca tulisan ini (termasuk mengingatkan diri sendiri). Hang in there. Bahagianya insyaAllah lebih banyak meskipun sangat menantang. Tetap semangat dan sehat selalu. Selalu usahain kasih yang terbaik buat anak, kalaupun belum bisa, coba terus. Tidak masalah anak-anak seumuran yang lain mungkin udah bisa ini itu, tapi yakin aja tiap anak ada waktunya dan ada kelebihan masing-masing. Ayo kita selalu berbaik sangka sama anak kita ya, seperti anak kita yang selalu maafin kita. Tidak apa kalau cara kita ga ideal, semua orang punya kondisi masing-masing. Tidak usah salahin diri sendiri kalau belum maksimal, pun tidak usah merasa lebih benar ketika lihat cara orang tua lain. Setiap orang pasti punya kondisi dan konsekuensi yang bisa ditanggungnya.

Menjadi ibu sungguh kesempatan yang luar biasa terhormat, dipercaya untuk bisa mengantarkan kehidupan ke dunia. Mengasih, mengasuh, dan mengasahnya menjadi manusia yang bermanfaat dan semoga selalu berbahagia dalam hidupnya. Alhamdulillah. Semangat Ibu (dan Ayah tentunya), ingat kita sudah diamanahi, pasti karena Allah yakin kita bisa. šŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s