Satu Tahun, Anak Pertamaku

Posted by

Days are long years are short

Anonymus

Masih teringat jelas lengkingan tangis pertamamu, Nak. Masih Mama ingat betul kala itu, pukul 8.15 di jam dinding ruang operasi. Kemudian kali pertama Revan nyusu ke Mama, dibantu bu bidan di ruang operasi. Ruang yang tadinya dingin bikin Mama menggeletukkan gigi, jadi hangat sekali saat Revan menempel ke badan Mama. Sebentar memang, kayanya ga sampai 15 menit, tapi di situ Mama paham yang orang bilang cinta pada pandangan pertama. Tentu saja andai Mama ga operasi, kita bisa inisiasi menyusui dini (IMD) dan merasakan kulit bertemu kulit lebih lama, namun yang sebentar itu saja sudah bisa mengalirkan energi ke seluruh sel dalam badan Mama.

Jujur hari-hari pertama bahkan bulan-bulan pertama Revan hadir tidak begitu mudah bagi Mama menjalankan peran sebagai orang tua. Rasanya, tanpa ada pemanasan, ada manusia lain yang secara harfiah bergantung hidupnya ke Mama. Sebagai anak tunggal, jujur saja Mama ga pernah merasakan harus mengalah, bagi Mama, diri Mama adalah orang yang harus Mama utamakan. Tentu sampai sekarang Mama percaya, tiap dari kita harus mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Namun tidak begitu mudah bagi mama beradaptasi di awal untuk bisa melihat bahwa kondisi baru, hadir ke dunia, ini juga hal yang tidak mudah bagi Revan. Ada kalanya Mama duduk di WC sambil memejamkan mata, padahal Mama tau Revan sedang menangis, padahal baru satu jam lalu disusui, lelah sekali rasanya di awal. Sekarang, walau belum sempurna dan masih banyak hal yang Mama belum pahami, rasanya perasaan cinta udah mengambil alih, bahkan mungkin mendahului perasaan cinta Mama untuk diri Mama sendiri.

Nak, Maafin Mama ya Nak untuk setahun pertama kehidupan Revan yang mungkin Mama belum optimalkan semua tumbuh kembang Revan. Mama masih suka pegang HP ketika sama Revan, gitu Mama kepengen Revan banyak ngomong kaya Mba Kirana-nya ibuk @retnohening, padahal Mama aja ngga setelaten ibuk. Maafin Mama ya, Nak, mama masih suka kurang sabar ataupun ngga antusias ketika main sama Revan, padahal di situlah Revan bisa distimulasi dengan baik.

Nak, Terima kasih atas kebahagiaan-kebahagiaan sederhana yang menghangatkan hati Mama, tiap Revan tertawa akan tingkah dan usaha Mama untuk ngelucu, walau kadang Mama sendiri ga paham di mana lucunya. Revan bikin Mama merasa sangat istimewa. Terima kasih telah memberikan kesempatan buat Mama mendapatkan amanah ini. Belajar terus sama-sama ya, Nak.

Mama ngga sabar pengen bisa ngobrol banyak sama Revan dan Papa, kita diskusi dan ngelucu receh sama-sama ya, Nak. Tumbuh sholeh dan terpuji seperti arti kata Ahmad pada namamu. Sehat dan bahagia selalu, dan tentu, mau jadi apapun Revan nanti, semoga bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitar, karena

خير الناس أنفعهم للناس

Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.

HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni

Forever to come, as I said, I love you beyond words can describe.

ps: makin pinter makan dan nyenyak dong nak tidurnya ((tetep))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s