Happy 2nd Anniversary πŸ’š

Posted by

Selamat ulang tahun pernikahan ke-2, sayang.

Doa-doa dan harapan udah sama-sama kita omongin hampir tiap hari yaa.

Dua tahun tapi rasanya kaya udah lama banget, kaya istilahnya udah nyaman banget dan suka ga suka jadi saling tergantung, apalagi di kondisi punya bayi dan sedang pandemi dan WFH gini, we’re literally always together.

Sebelum menikah, rasanya aku ga bisa relate sama istilah bucin, atau denger lirik lagu yang cinta-cintaan atau nonton film romance ya biasa aja. Sekarang rasanya aku bisa cukup paham dan bahkan mengalami ketakutan yang sama akan kehilangan this little family. Padahal semua di dunia ini ya hanya pinjaman ya, tapi begitulah, sejak menikah dan punya anak, semua yang sebelumnya biasa aja jadi terasa luar biasa, semua yang dulunya “aku” dulu, sekarang jadi dipikirkan untuk kebaikan bersama. Tentu ga semua orang ngerasain hal yang serupa setelah menikah ya, mungkin karena aku ga banyak ekspektasi di awal menikah, jadi ketika dijalani ternyata Alhamdulillah jauh lebih baik dari yang aku bayangkan. Apakah selalu senang dan tanpa masalah? Ya ngga juga sih, tapi Alhamdulillah dipertemukannya sama pasangan yang bisa “saling” memaklumi dan mau berkomunikasi.

Jadi ketika dibilang menikah mengubah hidupku, tentu saja, internally aku merasa menikah adalah perubahan yang besar, terlebih setelah punya anak dan aku bersyukur memiliki kesempatan ini. Memang mungkin bagi orang yang umur pernikahan lebih lama mungkin berpikir “Ya masih 2 tahun sih” atau mengecilkan perasaanku sekarang, entah nanti ketika tahun-tahun ke depan apakah aku juga berpikir demikian. Namun yang pasti, di momen saat ini aku ingin banyak-banyak bersyukur dan berterima kasih sama suamiku.

Sekarang kalau ditanya apa sih yang bikin yakin dulu kalau suami ini jodohku? Jujur, paling utama karena aku merasa aku bisa bicara topik apapun sama dia, yang receh sampai yang berat ataupun ga nyaman untuk dibicarakan. Lalu ketika aku buka permasalahan terberat dalam hidupku dan konsekuensi ketika dia bilang niat serius, ia pun tidak keberatan dengan hal tersebut, ya walau mungkin ketika sekarang dijalani ada saja hal-hal yang di luar perkiraan ya, tapi semoga kami selalu diberi kelapangan hati dan kelancaran rezeki dalam menghadapinya bersama-sama. Pun ketika ditantang untuk menghadap ke orang tuaku jika betul serius, ia benar-benar berangkat ke Sidoarjo dari Jakarta, ambil cuti kerja, padahal pacar aja bukan. Thank you beb, you made me feel precious and worth fighting for.

I grew up in a frigid family, it is just 3 of us yet we didn’t have much sweet memories that’s why I am so passionate to build the lovely family I’ve been dreaming of. Meski begitu, karena tidak terbiasa, kadang ada hal-hal yang bagiku sepele, namun ternyata besar bagi si suami. Suatu hari suami baru selesai sebuah tindakan operasi sedang, di masa pandemi dan ada bayi di rumah tentu sulit bagiku untuk menemani, dan dokter pun sudah kasih penjelasan detail bahwa ini prosedur sederhana, bahkan kalau mau nyetir sendiri berangkat dan pulang operasi pun bisa. Bagiku saat itu “oh yasudah berarti bisa tunggu di rumah aja”. Tapi ternyata di hari terakhir, dia minta ditemenin urus-urus administrasi. Bagiku sebetulnya cukup “hah ngapain sih kan biasa aja, udah bisa aktivitas kaya biasa juga menurut cerita doi”, tapi lalu aku berpikir mengingat keluarganya cukup khawatir ketika dengar harus operasi, bahkan sampai video call dulu sama dokternya, aku tahu mungkin memang keberadaanku bisa jadi penenang buat dia dan sebetulnya merasa dibutuhkan adalah perasaan yang hangat bagiku.

Sungguh sangat berkebalikan denganku yang ketika SMA pernah tertabrak di lampu merah, memang sudah dekat rumah, ketika kutelpon mamaku hanya bertanya “tapi Ai gapapa kan? yaudah pulang aja” dan aku pun juga merasa ingin cepat-cepat pulang saja, tapi orang-orang di sekitar yang malah panik. Ingat juga ketika aku operasi angkat mata ikan di kaki, aku berangkat dan pulang sendiri naik motor, ketika di tengah jalan mulai habis efek biusnya, aku berhenti sebentar di jalan, menangis kesakitan, tapi hal itu ya biasa aja bagiku, karena memang merasa bisa sendiri.

Jadi, menikah bagiku memang merubah banyak hal bagi diriku, yang aku harap semoga adalah perubahan yang lebih baik. Semoga kami selalu diberikan rasa saling cukup dan memaklumi, tapi juga tetap saling berusaha untuk lebih dari kecukupan yang sekarang demi masing-masing dari kami dan demi keluarga. Terima kasih banyak suamiku karena bukan hanya menjadikan aku sebagai partner tapi juga membuat aku a happy partner. Semoga kita juga bisa semakin saling memahami yaa, walau sekarang mungkin masih susah bagimu paham kenapa aku biasa aja sama indomie/martabak/jajan apapun malam-malam, masih heran kenapa aku abis isya udah gosok gigi dan aku juga masih heran kenapa kamu bisa kemana-mana bawa hp. Hahaha!

Setelah beberapa hal besar terjadi di kehidupan kita akhir-akhir ini, semoga kita bisa ambil pelajarannya ya, sayang. Bahwa pernikahan memang butuh usaha untuk tetap terjaga dan langgeng, tapi juga tentu kita tahu ada Allah Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik. Semangat untuk terus jadi manusia yang lebih baik, jaga kesehatan sehingga kita bisa sama-sama sampai lihat anak-anak dan cucu-cucu di dunia ini dan ketemu lagi di jannah nanti.

”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

QS Ar Rum: 21

Seperti kajian yang waktu itu kita dengar sama-sama, tenteram dulu, baru kasih dan sayang. Semoga ketentraman ini selalu bisa terjaga dan selalu menyertakan dan dilindungi Allah dalam perjalanannya. Sakinah mawaddah wa rahmah, aamiin.

2nd year, and forever to come~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s