Review Penggunaan Menstrual Cup

Sejak April 2021 lalu saya melakukan transisi dari pembalut sekali pakai ke menstrual cup (setelah ini akan disebut menscup). Sungguh sebuah keputusan yang sangat life-changing. Sejujurnya kalau belum menikah juga kayanya ngga akan kepikiran pakai menscup karena ya sepertinya memang mengeksplorasi bagian kewanitaan tidak pernah betul-betul diajarkan, jadi kebayangnya ya ngeri aja kan memasukkan sesuatu ke dalam organ kewanitaan. Jadi, tulisan ini bukan sebuah ajakan ya (ya kalau keliatannya begitu ya karena kebetulan aku cocok aja), lebih ke informasi kalau ada pilihan lain selain pembalut sekali pakai.

Diagram cangkir menstruasi - Bebas Royalti Cawan menstruasi vektor stok
ilustrasi aja ya, gambar stock photo https://www.istockphoto.com/id/vektor/diagram-cangkir-menstruasi-gm1017915226-273687054

Langkah pertama mungkin bisa baca di artikel berbahasa Indonesia ini. Sebetulnya aku pribadi tidak ada masalah dalam penggunaan pembalut sekali pakai, memang rasanya kadang gatal dan tidak nyaman ketika sedang banjir-banjirnya, apalagi setelah penggunaan IUD yang memang volume darahnya terasa lebih banyak. Lalu melihat cukup banyak influencer dan bahkan satu persatu teman membagikan pengalaman menggunakan menscup, tentu saja saya pengen coba juga ya karena kok dari reviewnya kayanya enak banget pakai menscup.

Kenyamanan yang aku rasakan adalah:

  1. Tidak terasa tetesan-tetesan apalagi kalau lagi banjir ya kaan, karena menscup ini sistemnya menampung, bukan menyerap seperti pembalut ya, jadi dia bahkan ga kena ke bagian luar organ kewanitaan.
  2. Poin di atas terkait juga dengan hilangnya rasa gatal karena ya gak ada yang bikin gatal kan biasa aja kaya sehari-hari pakai celana dalam, tidak ada darah yang menetes maupun pembalut yang kadang bikin berkeringat.
  3. Gak perlu susah-susah bersihin sisanya (di Islam perlu diusahakan sebersih mungkin ya darah di pembalut). Karena emang tinggal buang darah yang ketampung tadi, cuci, terus pakai lagi, jadi juga ga ada sampah tentunya.
  4. Bisa menampung sampai 12 jam, jadi cuma perlu 2x buang dalam sehari, tentu ini tergantung flow menstruasi tiap orang ya, karena kalau lagi hari puncaknya kaya hari ke-2 atau ke-3 ya kadang aku bisa 2-4 jam sekali buangin darah, ini kayanya juga efek IUD ya. Tapi di hari selain puncaknya tadi ya bisa dibilang ga berasa menstruasi :’)
  5. Bisa dipake renang! Ya ataupun olahraga apapun karena emang ga berasa :’)

Ngilu ga sih pakenya?

Awal-awal pakai sih ya aku juga kesulitan ya, kayanya ada setengah jam buat masukin dan merasakan posisinya sudah pas. Sampai keringetan dan mau nyerah aja karena kok susah banget sih, gak ada enak-enaknya. Tapi ternyata emang hari-hari pertama siklus sepertinya karena rahim juga baru mulai melunak jadi wajar terasa agak sulit. Aku pribadi di siklus ke-3 sudah bisa kurang dari 5 menit, sekarang bahkan lebih cepet lagi.

Cara pakainya gimana sih? Kan gede gitu?

Jadi masukinnya gak yang lingkarannya langsung gitu ya, tapi dilipat dulu, nah variasi lipatannya juga macem-macem, aku pribadi pakai yang punch down.

from https://menstrualcup.co/how-to-use-menstrual-cup/

Bersihinnya gimana?

Selama masa menstruasi cukup dibuang darahnya, dibilas air lalu dipasang lagi, di awal dan akhir periode menstruasi aku cuci pakai sabun daerah kewanitaan dan direbus pakai air (pakai panci terpisah beli yang 5ribuan yang kaya buat rebus mi).

Pakainya merk apa?

Jadi dulu awalnya aku coba quiz online gitu, kalau ga salah yang ini, tapi kurang lebih pertanyaannya hampir sama kok di mana-mana. Terus kebetulan di situ keluar lah rekomendasi merk dan ukuran, jadi aku dulu ngikutin aja hasilnya di situ hahaha padahal mahal tapi mikirnya yaudahlah ya kan ga beli-beli pembalut lagi dan klaimnya aman dipakai sampai 10 tahun. Merk pertama yang aku pakai Saalt yang ukuran regular, ada warna hijau pula, suka banget hahaha. Tapi karena ada satu kejadiaan konyol aku harus beli menscup lagi hahaha, merk Organicup size B, merk ini lebih umum ya di sini dan percayalah dua-duanya bekerja dengan aman dan nyaman kok.

Kesimpulan

Apakah harus coba menscup? Ya ga harus juga, kalau ingin tahu ada alternatif ya boleh dicoba. Bagi yang belum menikah dan merasa belum berani pakai, ya gapapa, wajar banget, aku juga sama sekali ga kepikiran alternatif selain pembalut sekali pakai sebelum melahirkan.

Apakah harus punya lebih dari 1 menscup? Engga! karena satu aja cukup, kemarin aku karena kuku panjang jadi menscup yang pertama jadi kaya keptong bagian rim-nya (bagian panjang di bawah cup-nya) jadi terlalu pendek, susah ambilnya hahaha, tolong jangan pake kuku ya ambil menscupnya :’)

Apakah aman bagi yang pakai kontrasepsi IUD? Aku pribadi selama pemakaian tidak ada keluhan, saat siklus ke-4 pun periksa posisi IUD masih bagus, ya sampai saat post ini turun juga masih menstruasi jadi proteksinya tetap aman, tapi lebih baik supaya lebih yakin, konsul ke obgyn masing-masing ya.

Apalagi ya kira-kira pertanyaannya? Kalau ada yang mau ditanyakan secara personal, boleh banget nanti mungkin infonya bisa ditambahin ke sini kalau ada yang kurang. Selamat mempertimbangkan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: