3rd Anniversary

Hai Suamiku, udah ulang tahun pernikahan ke-3 aja nih. Cie~. Dua pertiga dari tahun pernikahan kita dijalani hampir selalu 24/7 bersama karena pandemi. Eh ternyata di tahun ke-3 kita dapat rezeki sekaligus ujian untuk berjauhan sebentar. Tepat seminggu setelah kamu sampai di Melbourne ya. Minggu pertama kuliah, adaptasi di tempat dan orang-orang yang baru. Pasti tidak mudah ya, apalagi jauh dari keluarga (terutama anak yang sedang lucu-lucunya). Aku percaya kamu bisa menyelesaikan studi sebaik mungkin dengan hasil yang memuaskan dan tentu mendapatkan ilmu dan pengalaman yang bermanfaat. I am so proud of you beyond words.

Beberapa orang mungkin tidak habis pikir kenapa bisa berani meninggalkan pekerjaan dan sekolah di masa sulit seperti ini, mungkin kita pun sebenarnya ada sedikit banyak ketakutan itu. Tapi seperti yang aku berkali-kali bilang, “this is for a greater good, don’t ever feel bad about it”. Seperti yang kamu tahu juga bagaimana gaya hidup kita (terutama ada Mama ya yang selalu ingetin buat hemat haha) yang kamu tahu bahwa kami akan baik-baik saja di sini. Kita juga tidak ada tanggungan cicilan, yang aku yakin ini pasti jadi pertimbangan besar buat orang-orang yang sudah berkeluarga untuk melanjutkan studi. Rutin berinvestasi juga sudah aku lakukan sejak awal bekerja sehingga return dari yang sebelum-sebelumnya pun sudah cukup banget. So you know, you don’t have to worry about anything, please take care yourself, jangan keseringan makan roti selai.

Kemarin kamu bilang “Gabisa ta ke ikut ke sini?” Aku sebenernya ingin nangis dengernya, sedih sekali rasanya pengen langsung peluk, tentu saja aku ingin, apalagi sebentar lagi bulan Ramadan. Tapi tentu hidup di negara maju udah beda lagi hitungannya dan mungkin untuk saat ini belum masuk. Seperti aku yang selalu doa supaya studi kamu lancar, kamu juga doain terus ya supaya bisa dapat pekerjaan yang cocok dan boleh remote dari sana, dapet tempat tinggal yang pas buat bertiga dan day care yang on budget buat Revan.

Bulan ke-2 nikah sudah dikasih kepercayaan hamil, tahun ke-2 menikah pandemi. Otomatis kita tidak banyak menghabiskan waktu “pacaran”, trip ke sana ke mari. Tentu saja aku ingin susul kamu ke sana, ke tempat yang kata kamu udaranya lebih segar dan akses ke taman bisa dengan jalan kaki, pasti anak kita senang sekali. Sabar ya, insyaAllah segera dimudahkan.

Semangat ya beb, fokus kuliahnya, tetep makan teratur, makan gizi lengkap. Terlalu banyak roti sama selai jadinya cuma karbo sama gula aja (tetep ceramah). Butuh badan dan pikiran yang sehat untuk menyelesaikan kuliah dengan baik. You know how brave I am, so don’t worry too much about us here.

Terima kasih atas kerja sama, pengertian, dan komprominya satu sama lain selama tiga tahun ini. Keep up the good works for many years to come. You’re the best match and the best thing happened to me (Revan would be nowhere if there was no you right? :p), and I believe (wish lol insecure) the feeling is mutual. Do I need to state the obvious? Oh sure, with pleasure. I love you, sayang. You made me realize that I have a huge heart to contain all this love for you and Revan (love for myself and our parents too of course). I love how we could laugh and cry together, talk about almost everything. Find each other cute. I love how you said you’re proud of me even when I felt like I am in status quo. Semoga selalu sayang-sayangan sampai tua, sama-sama lihat Revan dan, mungkin kalau diberi amanah sama Allah, adiknya sampai dewasa. Jadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah sampai jannah (Wow, it rhymes)

psst: seminggu ini aku udah beberapa kali pakai baju kamu, minum dari gelas yang biasa kamu pakai, bahkan order McD, makanan favoritmu yang sering banget aku larang, malem-malem setelah Revan tidur (iya malem-malem lho padahal biasanya jam 7 udah sikat gigi). I guess I miss you so much, and also the monthly hormones kicked in, lol.

psst psst: I’ll always ask you a lot of things everyday, I know your schedule is packed, no need to respond it quick. I just want to make sure that you’re fine. Tell me whether everything is fine or not. I’ll respond no matter how insignificant it might sound. Okay?

psst psst psst: Aku tahu di sini belum tanggalnya, tapi di tempatmu kan udah ganti hari. I want you to read this first thing in the morning before your busy day. 🙂. Dan kapan lagi kan nulisnya kalau bukan pas Revan tidur hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: